Muatan Bata Ringan Berserakan, Truk Terbalik di Jalur MT Haryono menuju Otista

  

photo by kompas.com



JAKARTA- Sebuah truk yang mengangkut sekitar 8 ton bata ringan (hebel) mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik di Jalan MT Haryono, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu pagi (24/6/2026). Insiden tersebut diduga terjadi karena pengemudi mengalami kelelahan dan mengantuk saat mengemudikan kendaraan.

Pengemudi truk, Kurdi (61), menjelaskan bahwa dirinya berangkat dari Serang, Banten, sekitar pukul 01.00 WIB dengan tujuan kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi. Truk yang dikemudikannya membawa muatan bata ringan dengan berat mencapai kurang lebih 8 ton.

Menurut Kurdi, kecelakaan bukan disebabkan oleh kerusakan kendaraan atau ketidakmampuan truk menahan beban muatan. Ia mengakui bahwa rasa kantuk yang dialaminya selama perjalanan menjadi faktor utama yang menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.

“Muatannya sekitar 8 ton. Bukan karena truk tidak kuat menahan beban, tetapi karena saya mengantuk. Saat itu ban sempat terangkat, kemudian kendaraan oleng dan akhirnya terbalik. Muatan yang cukup berat juga ikut memengaruhi kondisi kendaraan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Kurdi menuturkan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, setelah ia menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam dari Serang menuju Bekasi. Beruntung, dalam peristiwa tersebut ia tidak mengalami luka-luka. Setelah kejadian, petugas segera melakukan penanganan dengan menderek kendaraan yang terbalik sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.

“Saya tidak mengalami cedera, alhamdulillah. Sekarang tinggal menunggu kendaraan lain untuk memindahkan muatan hebel yang masih berada di lokasi,” katanya.

Kecelakaan tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas karena posisi truk berada di ruas strategis Jalan MT Haryono, tepatnya di antara persimpangan menuju Bandara Halim Perdanakusuma dan jalur yang mengarah ke Jalan Otto Iskandardinata (Otista). Material bata ringan yang diangkut truk berhamburan ke badan jalan dan menutup sebagian lajur kendaraan menuju arah Otista.

Petugas kepolisian dari Satlantas Jakarta Timur kemudian mengevakuasi truk menggunakan kendaraan derek dan membawanya ke Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Jakarta Timur untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, proses pembersihan material bata ringan yang berserakan di lokasi masih dilakukan guna mengembalikan kondisi jalan seperti semula.

Meski satu lajur sempat tertutup akibat tumpahan muatan, arus lalu lintas di Jalan MT Haryono dari arah Pancoran menuju Jakarta Timur terpantau tetap relatif lancar. Tidak terjadi kemacetan panjang karena petugas segera melakukan pengaturan lalu lintas dan proses evakuasi berlangsung cukup cepat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kondisi fisik pengemudi, terutama bagi sopir kendaraan angkutan barang yang menempuh perjalanan jarak jauh pada dini hari. Kelelahan dan rasa kantuk saat berkendara dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar