Gardakatulistiwa.com, TRENGGALEK – Gardakatulistiwa.com Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suren, Kabupaten Trenggalek, terus berupaya meningkatkan pengelolaan sampah dengan menerapkan sistem controlled landfill atau lahan urug terkendali. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan dampak lingkungan, mulai dari air lindi hingga bau yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah.
TPA Suren diketahui menerima sampah sekitar 30 hingga 50 ton setiap harinya. Volume sampah yang cukup besar tersebut membutuhkan pengelolaan yang terukur agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengendalian gas metana yang dihasilkan dari proses penguraian sampah organik. Gas metana merupakan gas yang mudah terbakar sehingga perlu dikelola dengan baik untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus membuka peluang pemanfaatan sebagai sumber energi alternatif.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek, Ariyoga Widyasetyo Wahono, menjelaskan bahwa pihaknya terus berinovasi dalam pengelolaan sampah, termasuk upaya memanfaatkan gas metana untuk menghasilkan energi listrik.
Menurutnya, pemanfaatan gas metana tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan potensi yang dihasilkan dari timbunan sampah. Meski produksi listrik belum dapat berlangsung setiap hari, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan pengelolaan sampah yang lebih bermanfaat.
“Gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi tenaga listrik. Kami terus berupaya melakukan inovasi, meskipun pemanfaatannya belum bisa dilakukan setiap hari,” jelas Ariyoga.
Selain pengendalian gas metana, pengelolaan air lindi juga menjadi perhatian penting di TPA Suren. Air lindi merupakan cairan yang terbentuk ketika air meresap melalui timbunan sampah dan membawa berbagai zat terlarut dari material tersebut.
Untuk mengurangi risiko pencemaran, air limbah dari timbunan sampah ditampung dan melalui proses penyaringan atau pengolahan sebelum dimanfaatkan kembali. Air hasil pengolahan tersebut digunakan untuk menyiram area di sekitar TPA sesuai kebutuhan operasional.
Pengelolaan ini menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan dampak lingkungan dari aktivitas penimbunan sampah. Pengendalian bau juga menjadi bagian penting dalam penerapan sistem pengelolaan sampah yang terkontrol.
Dengan berbagai langkah tersebut, TPA Suren diarahkan menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada penampungan dan penimbunan, tetapi juga pada pengendalian pencemaran serta pemanfaatan potensi sampah.
Pengalaman pengelolaan di TPA Suren juga dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Namun, penilaian sebagai salah satu TPA terbaik di Jawa Timur perlu didukung data kinerja, hasil pemantauan lingkungan, dan indikator penilaian yang terverifikasi.
Ke depan, konsistensi pengendalian air lindi, pengurangan bau, serta pengelolaan gas metana diharapkan terus ditingkatkan. Dengan demikian, pengelolaan sampah di Kabupaten Trenggalek dapat berjalan semakin efektif, aman, dan berorientasi pada perlindungan lingkungan.



0 Komentar