Gempa guncng Sigi Sulteng photo by liputan6.com
JAKARTA- Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat (26/6/2026) pukul 20.47 WIB. Gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang bersumber dari aktivitas Sesar Palolo, dengan episenter berada di titik koordinat 1,26° Lintang Selatan dan 120,31° Bujur Timur, sekitar 49 kilometer ke arah timur pusat wilayah Sigi.
Guncangan gempa terasa hingga ke wilayah Palu dengan intensitas II–III Skala MMI, yang ditandai dengan benda gantung bergoyang ringan hingga getaran terasa jelas di dalam ruangan seperti dilalui kendaraan berat. Hingga saat dilaporkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini.
Gempa tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari rangkaian gempa susulan dari gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB. Hingga pukul 21.50 WIB tanggal 26 Juni 2026, BMKG mencatat telah terjadi total 1.488 kali gempa susulan, dengan kekuatan paling besar mencapai magnitudo 5,3.
PENGEMBANGAN
1. Penjelasan Mengapa Gempa Ini Terjadi
Gempa dangkal di Sigi ini erat kaitannya dengan kondisi geologis wilayah Sulawesi yang dilalui oleh jalur patahan aktif, salah satunya adalah Sesar Palolo. Sesar ini merupakan zona batas pergerakan lempeng bumi yang terus bergerak secara perlahan sepanjang waktu. Ketika tekanan akibat pergerakan tersebut menumpuk dan melampaui batas daya tahan batuan, maka akan terjadi pelepasan energi secara tiba-tiba yang menjalar sebagai gelombang gempa. Karena kedalamannya dangkal, energi yang dilepaskan lebih cepat sampai ke permukaan, sehingga getarannya terasa lebih nyata meskipun kekuatannya tidak sebesar gempa dalam.
2. Arti Skala Intensitas II–III MMI
Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) mengukur dampak dan getaran yang dirasakan manusia, bukan kekuatan energi gempa. Pada tingkat II–III MMI:
- MMI II: Getaran dirasakan oleh sebagian orang, terutama di lantai atas bangunan; benda ringan yang digantung sedikit bergoyang.
- MMI III: Getaran terasa jelas di dalam rumah, terasa seperti ada truk besar melintas di luar; jendela dan pintu mungkin berbunyi ringan, namun belum menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan.
3. Makna Kejadian Gempa Susulan
Gempa berkekuatan 4,0 ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian kejadian pasca gempa utama berkekuatan 6,7. Setelah gempa besar, batuan di sekitar zona patahan perlu menyesuaikan posisinya kembali agar mencapai keseimbangan baru. Proses penyesuaian inilah yang memicu terjadinya gempa-gempa susulan. Jumlah 1.488 kali gempa susulan yang tercatat menunjukkan bahwa zona sesar tersebut masih dalam proses penyesuaian, namun umumnya seiring berjalannya waktu, frekuensi dan kekuatan gempa susulan akan cenderung menurun secara bertahap.
4. Dampak dan Implikasi Keamanan
Meskipun belum ada laporan kerusakan, keberadaan aktivitas gempa susulan ini tetap perlu menjadi perhatian masyarakat. Bangunan yang sudah mengalami guncangan sebelumnya dapat mengalami penurunan kekuatan struktur, sehingga disarankan untuk tetap waspada, memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal, serta mengetahui langkah penyelamatan diri jika sewaktu-waktu terjadi guncangan lagi. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik dan akan menyampaikan informasi terkini jika ada perubahan yang signifikan.(red/lis)
0 Komentar